Marka Tanpa Nama

Ilustrasi, kompasiana.com

Riuh sekali sejauh kasat bervisualisasi
Tanpa ada satupun gubuk peristirahatan, sekedar untuk rehat dan minum air murni
Hingga pada akhirnya, kutemukan satu jalan yang sepi dan jarang penghuni
Untuk kusinggahi dan membasuh apa-apa yang kudapatkan dari riuhnya yang kupandang selama ini
Di jalan yang di awal kusangka hening dan sepi ini
Ternyata kuperoleh satu intuisi yang berjuta arti,
Yang mengajari berbagai irama, harmoni dan kemurnian yang terletak di palung hati
Kubenahi irama jalanku yang sebelumnya gontai tanpa arti
Guna menyusuri jalan yang belum kuketahui nama dan siapa pemilik sejati dari Marka yang kutempuh sekarang ini
Kuhanyutkan semua tanda tanya kekaguman akan istimewanya oase yang langka ini
Senyumku yang sebelumnya pucat pasi
Kini perlahan singgah lagi di raut yang penuh legam jingga tak bertepi
Hingga pada akhirnya, kutemukan apa dan siapa pemilik sejati dari Marka tanpa nama ini
Beliau adalah Yang Esa tanpa rival, Yang Berkekasih Insan Kamil satu-satunya di alam fana ini
Semoga kuselalu mampu dan pantas meletakkan koordinat posisi
Pada lingkup segitiga cinta, kuturut teladan insan kamil, demi merengkuh cintaNya, Pemilik Semesta ini

Karena sunyi yang sejati bukan terletak di dalam goa yang tak berpenghuni
Melainkan terdapati di Marka yang kusebut JALAN SUNYI

Rezki A
Pegiat Lingkar Maiyah Damar Kedhaton, tinggal di Driyorejo, Gresik.