Prolog Telulikuran DK Edisi #20 – Juni 2018 “Ber[pa]hala”

Alhamdulillah kita diperjumpakan kembali dengan bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menyebut Ramadhan sebagai madrasah (wahana pendidikan). Di bulan ini, selama satu bulan penuh semua umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa (shaum). Selain itu ada juga Sholat Sunnah tarawih, taddarus Alqur’an, keutamaan bangun dini hari untuk santap Sahur. Setelah shubuh beranjak pagi, hanya berjarak 1-3 jam pada pagi hari mayoritas dari kita mempunyai tanggung jawab untuk bekerja.

Dari indikator di atas, bila kita mampu melaksanakannya akan diganjar pahala yang berlipat ganda, dosa-dosa akan diampuni. Hal itu ada di berbagai hadits yang menerangkan bahwa bulan Ramadhan memiliki begitu banyak keistimewaan dibandingkan bulan lain, bahkan di bulan ini terdapat satu malam istimewa bernama Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Dan barang siapa memperoleh malam tersebut do’anya akan diijabah oleh Allah SWT.

Kalau kita lebih cermat, kemilau Ramadhan dengan udan deres pahala ini, bukankah sangat rentan menggiring kita untuk menduakanNya? melahap seluruh ibadah dengan sangat menggebu, tetapi bukan untuk dan kepada Allah SWT, melainkan hanya mengejar imbalan pahala serta surga. Bila kita menduakanNya, bukankah pahala akan menjadi berhala?.

Berkaca dari riuh rendah Ramadhan, ada baiknya kita coba untuk merefleksikan diri, bagaimana kita menyikapi bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini. Tentunya dari sampeyans semua mempunyai Sudut, Sisi, dan jarak pandang yang berbeda-beda.

Berpayung Istiqomah dan tetap teguh pada pada wa-ilaa rabbika farghab. Yuk, kita sinau bareng dengan gembira di Majelis Ilmu Telulikuran edisi ke-20, yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Kamis, 07 Juni 2018
Pukul 20.23 WIB
di MWC NU Bungah Ds. Masangan Kec. Bungah Gresik.