Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #36 – September 2019 “Nata Laku”

.

Nata Laku dapat dimaknai yaitu menata perilaku. Sebagai contoh falsafah jawa Kesandung ing Rata yang artinya adalah tersandung di jalan yang rata ( kesrimpung kaki sendiri) dapat kita jadikan sebagai pintu masuk untuk memeriksa kembali perilaku diri kita sendiri. Apakah perilaku kita selama ini sudah pener ( benar, baik dan indah ) atau belum?
Yang Simbah mengajak kita menyadari kembali pentingnya niat yang tepat pada diri kita masing – masing.

Kemudian jika laku tersebut kita masukkan dalam konteks pekerjaan, yang di beberapa kesempatan Forum Sinau Bareng, Simbah dawuh bahwa ada tiga kategori pekerjaan manusia, yaitu ziro’ah (bercocok tanam), shona’ah (membuat, meramu, dan teknologi), dan tijaroh (dagang). Dengan membawa bekal “wala tansa nasibakha minaddunya” kita merasa perlu untuk merumuskan kembali pada kategori manakah pekerjaan atau profesi kita? Begitu banyak profesi yang berkembang saat ini bahkan sangat terbuka kemungkinan terdapat dua atau tiga kategori sekaligus dalam satu profesi.

Dulur, dengan bekal kerinduan kepada Kekasih-Nya kita nikmati setiap proses sinau bareng. Mari hadir bersama di Majelis Ilmu Telulikuran edisi ke 36 pada :

 

Senin, 23 September 2019
Pukul : 20.23 WIB
Di Rumah Cak Thobib Dusun Jajar Desa Petiyin Tunggal Kecamatan Dukun