Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #63 – April -2022 “ MOLTING ”

…..

Mati berulang-ulang kali

Agar senantiasa lahir kembali

Menempuh kerinduan nan sepi

Mengemis kasih sayang ilahi

…..

 

[ Syair Mlungsungi, Emha Ainun Nadjib]

 

Pada salah satu fase hidupnya, seekor udang menjalani molting. Kutikula yang berfungsi sebagai pelindung tubuh udang, di saat yang sama juga menjadi penghalang daging udang untuk bertumbuh. Maka tiada pilihan lain, demi pertumbuhan, cangkang harus berganti.

Tak hanya pada udang, proses pergantian kulit juga dialami ular. Peristiwa ekdisis ditempuh ular bukan tanpa alasan. Selain karena kulit yang lama tak lagi sanggup memuat tubuh yang terus membesar, ular menjalani mlungsungi demi menghilangkan parasit yang menempel pada kulit lawasnya.

Gejala sejenis molting, ekdisis, atau mlungsungi tampaknya juga dijalani oleh hewan- hewan lainnya dengan kadar dan skala yang mungkin berbeda, namun dengan goal yang seragam ; bertumbuh. Sebut saja misalnya metamorfosis pada kupu-kupu, atau

– yang lebih menyakitkan – proses transformasi tubuh rajawali di usia 40 tahun.

Patut juga dicermati, bahwa sepanjang proses mlungsungi, hewan-hewan itu menempuh laku puasa, mereka menahan diri untuk sementara waktu dari aktivitas memangsa.

Dulur, seraya menikmati penghayatan atas laku puasa ramadlan yang tinggal sepekan, serta melahirkan ungkapan syukur atas pementasan drama Mlungsungi karya Mbah Nun, mari melingkar untuk menggali dan mengelaborasi tema Molting. Dengan dibarengi harapan dan ikhtiar untuk saling meneguhkan proses kelahiran kembali, mari bermuwajjahah pada Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-63, pada:

Ahad, 24 April 2022

Pukul 20.23 WIB

Di Doudo Eco Green Wisata

Ds. Doudo, Kec. Panceng, Kab. Gresik