Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #86 – Maret 2024 “Takdir dan Freewill”

Di persimpangan waktu, manusia berdiri, menghadapi dua jalan yang misterius: takdir dan freewill. Takdir, yang oleh sebagian dipandang sebagai garis hidup yang telah ditetapkan, seringkali dianggap sebagai peta yang tidak dapat diubah, sebuah skenario yang telah ditulis oleh tangan-tangan tak terlihat.

Kebebasan memilih, atau Freewill, merupakan anugerah yang diberikan kepada manusia untuk menentukan arah dan makna hidupnya. Setiap pilihan yang dibuat adalah langkah dalam memahami dan menerima takdir yang telah disiapkan oleh Sang Maha Pencipta.

Rezeki, jodoh, dan kematian seringkali dianggap sebagai takdir yang tidak dapat dielakkan. Namun, dalam setiap detik kehidupan, manusia diberi kesempatan untuk memilih metode dan cara dalam mengarungi kehidupan ini. Pilihan-pilihan tersebut adalah manifestasi dari Freewill yang diberikan kepada kita.

Allah SWT, dalam kebijaksanaan-Nya, tidak menciptakan manusia tanpa panduan. Melalui ayat-ayat suci dan para nabi, manusia diberikan petunjuk untuk berproses dalam memilih. Seperti yang tercantum dalam Surat Al-Qasas ayat 68, dengan terjemahan sebagai berikut :

“Allah menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki, dan manusia tidak memiliki pilihan selain mengikuti kehendaki-Nya,”

Namun, dari referensi ayat dalam Surat An-Najm ayat 39-42, mengingatkan kita bahwa manusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dengan terjemahan sebagai berikut :

“Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna, bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).”

Namun, pertanyaan yang abadi tetap bergema: seberapa jauh kita dapat mengendalikan takdir? Dan seberapa bebas kah freewill kita, jika pada akhirnya, setiap pilihan yang kita buat telah diramalkan oleh takdir?

Berangkat dari kesadaran untuk terus belajar hingga akhir hayat nanti, sebagaimana tertulis dalam Surat Thaha ayat 114, tentang Tidak Tergesa-gesa dalam Menuntut Ilmu, dengan terjemahan sebagai berikut:

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

Sebagai ikhtiar bentuk perjuangan rakaat panjang, mari kita berdiskusi-gembira, membuka lembaran-lembaran pemikiran tentang kedua konsep ini, mencari titik temu, dan mungkin, memahami misteri yang selama ini menyelimuti takdir dan freewill.

Bagaimana kita, berbareng untuk merenungkan hubungan antara kebebasan memilih dan takdir yang telah ditetapkan. Bagaimana kita menggunakan “Freewill’ yang diberikan untuk berproses dan berusaha, sambil tetap menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman takdir-Nya, dalam Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-86 dengan tema “Takdir dan Freewill” pada :

 

Minggu, 03 Maret 2024

Pukul: 19.23 WIB

Rumah Febrian Kisworo Aji, Dalean Kidul RT 02 RW 03 Dusun Dalean,

Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik