
Ada yang istimewa dalam acara rutinan telulikuran edisi 3 yang dihelat pada tanggal 21 Januari 2017. Ibnu Adib Wibowo, biasa disapa Cak Adib membacakan puisi karangannya yang berjudul “Hening”.
Sejak jauh-jauh hari sebelum Telulikuran, Sang Pujangga dari Panceng ini sengaja mempersiapkan puisi tersebut sebagai hadiah kepada Jannatul Maiyah Damar Kedhaton (JMDK). Suara lantangnya malam itu, ‘menyihir’ para jamaah yang tengah khidmat mendengarkan. Kabarnya, puisi ‘Hening’ merupakan curahan hati Sang Pujangga.
Suasana malam itu sulit sekali digambarkan dengan kata-kata. Namun, kegembiraan dan keceriaan JMDK usai pembacaan puisi dari Sang Pujangga, sungguh merupakan hadiah yang sangat istimewa.
Berikut adalah puisi yang berjudul “Hening”. (ddy/ddk)
Hening
Oleh : Ibnu Adib Wibowo
Hening ning… ning… ning… ning…
Hening ning… ning… ning… ning… ning… ning… ning.. ning… heeenniiinnngggg…
Setiap kataku adalah puisi
Setiap langkahku adalah melodi
Yang akan selalu menemani
Ke mana akan ku pergi