
Selepas Ashar, Sedulur Lingkar Maiyah Gresik Damar Kedhaton, khususnya yang tinggal di wilayah Kecamatan Driyorejo, telah berdatangan di lokasi Telulikuran; tepatnya, di SD Alami Desa Kesamben Wetan, Driyorejo. Mereka datang lebih awal guna mempersiapkan segala keperluan untuk acara malam ini. Mulai dari membersihkan lantai pendopo, menata dan memindahkan meja maupun kursi-kursi, memasang banner hingga mengecek sound system. Suasana guyub dan gotong-royong sangat terasa. Bersama menyiapkan Uba Rampe Telulikuran edisi keempat.
Menjelang pukul 5 sore, matahari bergulir ke ufuk barat. Pertanda waktu memasuki keintiman senja. Bersamaan dengan itu, para penggiat Damar Kedhaton juga telah menuntaskan persiapan acara.
Beberapa menit kemudian, hujan pun turun, membawa suasana segar di sekitar lokasi acara; seolah menjadi jawaban dari Sang Kuasa sebagai salah satu bentuk ridho-Nya bagi berlangsungnya kegiatan ini. Mengingat, acara Telulikuran bulan kemarin di SMA Hidayatus Salam Lowayu juga sempat diguyur hujan menjelang mulainya acara.
Semoga keakraban dalam iringan hujan yang tercipta pada kegiatan rutin Telulikuran malam ini, menjadi sebuah berkah dan rahmat bagi kita semua untuk menggapai ridho dan cinta-Nya.
Adzan Maghrib berkumandang. Para penggiat Damar Kedhaton pun bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah. (rif/wit/ddk)