Prolog Telulikuran DK Edisi #5 – Maret 2017 “Wujud Katresnan”

Berikhtiar untuk setia kepada proses menanam rasa cinta dan pencarian jati diri; karena alasan itulah Damar Kedhaton memutuskan untuk tetap memakai kata Katresnan dalam tema Telulikuran Edisi #5, Maret 2017. Tahap pencarian jati diri tidak kita maksudkan untuk tak acuh terhadap keadaan di sekitar, bukan juga tidak ingin menggali pengetahuan tentang apa-apa yang ada sekitar. Secara individu, mungkin sebagian dari kita telah memiliki pengetahuan tentang keadaan sekitar secara komprehensif. Namun, sebagai kesatuan lingkar Maiyah, harus disadari bersama bahwa kita masih bayi. Masih harus banyak belajar tentang nilai Maiyah, agar ke depannya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bersama maupun individu dengan benar, baik dan indah. Tentu saja, berlandaskan rasa cinta. Jika digali lebih dalam lagi, kita masih harus menemukan bentuk-bentuk yang mengandung kekhasan Damar Kedhaton dalam menerapkan nilai-nilai Maiyah. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka tema yang tepat untuk mengantarkan kita berdiskusi nanti adalah “Wujud Katresnan”.
Wujud adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Arab, memiliki arti yang sangat luas, serta merupakan salah satu dari 20 sifat wajib-Nya. Oleh karena itu, kata wujud akan berbeda arti dan makna tergantung pada konteksnya. Bila dirangkai menjadi ‘Wujud Katresnan’, maka arti secara harfiah akan sulit dijelaskan, sebab interpretasi setiap orang berbeda-beda, sesuai sudut, pola, jarak pandang, ataupun pengalaman hidup masing-masing.
Pada kesempatan maiyahan di Bangbang Wetan pekan lalu, 16 Maret 2017, sempat terangkum dhawuh Simbah (Cak Nun), yang bisa dikaitkan dengan tema kali ini. Kurang lebih sebagai berikut:

Orang hidup bukan untuk menjadi yang terbaik, tapi harus mencari untuk lebih baik, dan lebih baik lagi. Dalam lingkaran Maiyah tidak ada dukung-mendukung, bela-membela tapi semata mencari kebaikan terus-menerus untuk selalu kepada ‘wa ilaa rabbika farghob’.

Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu. Cinta adalah kondisi di mana kebahagiaan orang lain adalah penting bagimu. Beri yang terbaik, maka kau akan mendapat yang terbaik, tidak sekarang, mungkin nanti, Bersabarlah.

Dhawuh dari Simbah dapat kita jadikan sangu untuk sinau bareng, mendiskusikan pendapat kita masing-masing mengenai Wujud Katresnan, atau mungkin mendiskusikan output yang telah dicicil oleh jamaah. Tetap dalam balutan cinta, irama paseduluran, mari hadir pada rutinan Telulikuran yang insya Allah akan diselenggarakan pada:

Selasa, 21 Maret 2017
Di Balai Desa Iker-iker Geger, Cerme, Gresik
Pukul 19.30 – Selesai