Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #61 – Februari -2022 “Qothrota Luthfi Muhammadin”

Barangsiapa ingin hidupnya lebih baik, lebih segar, lebih tenteram, dan lebih terlindung — cukuplah tetes Muhammad itu ada di dalam dirinya dan menjadi inti ruh dalam jasadnya. Jamaah Maiyah ber-riyadlah memohon kepada Allah agar diperkenankan mendapatkan Tetes Kelembutan Muhammad itu di dalam hatinya, tubuhnya, ruh dan hidupnya

 – Tetes Kelembutan Muhammad –

 

“Bayar hutangmu, wahai Muhamammad. Sesungguhnya turunan Bani Hasyim adalah orang-orang yang selalu mengulur-ulur pembayaran hutang!”, bentak Zaid bin Sa’nah sembari menarik kerah baju Kanjeng Nabi. Para sahabat yang semula sedang khusyu’ melingkar bermajelis dengan junjungannya itu, terhenyak.

Umar bin Khattab naik pitam. Segera ia hunus pedang dan meminta izin pada Kanjeng Nabi untuk menebas batang leher si pendeta Yahudi kurang ajar itu.

“Bukan berperilaku kasar seperti itu aku menyerumu. Aku dan Yahudi ini membutuhkan perilaku lembut. Perintahkan kepadanya agar menagih hutang dengan sopan dan anjurkan kepadaku agar membayar utang dengan baik,” tutur Rasulullah meredakan amarah Umar.

Seketika si Pendeta Yahudi itu bersyahadat. Ia mengaku telah berhasil membuktikan sifat lembut saat marah benar ada pada diri Nabi. Melengkapi bukti sifat-sifat kenabian yang termaktub di Taurat yang telah ia baca sebelumnya.

Demikianlah salah satu penggalan kisah yang menggambarkan betapa lembutnya sikap Kanjeng Nabi. Tak terhitung teladan kelembutan akhlak telah baliau tunjukkan, sampai-sampai Allah pun memujinya.

Di tengah atmosfer kehidupan yang tiap unsurkesadarannya kian mengeras, kita membutuhkan tetesan kelembutan hati Muhammad SAW.

Apakah lembut sebangun dengan lemah? Jangan salah. Virus Corona yang secara fisik berukuran lembut dan tak kasat mata itu, terbukti punya daya destruktif luar biasa seantero dunia.

Dulur, seraya menikmati penghayatan wirid Qothrota Luthfi Muhammadin, sembari meneguhkan ikhtiar menginternalisasi karakter agung pribadi Kanjeng Nabi Muhammad, mari melingkar kembali pada Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-61, pada :

 

Rabu, 23 Februari 2022

Pukul 20.23 WIB

Di Aula “ Madrasah Diniyah Infarul Ghoi’

Dsn. Pacuh Ds. Pacuh, Kec. Balongpanggang, Kab. Gresik