
Tanggal sudah mendekati akhir bulan, waktunya menyiapkan finansial untuk bayar token listrik, bayar air bersih, pulsa paket data, bahkan menyiapkan bisyaroh guru atau umumnya di masa kini disebut SPP (Sumbangan Pembiayaan Pendidikan). Selain bahan pangan, sekarang hal-hal tersebut menjadi kebutuhan pokok yang harus dilengkapi atau bisa dibilang wajib dilakukan.
Tulisan ini tercipta di sebuah Warung Kopi “Central” yang beralamatkan di Jl. Pangsud Gresik. Suasana di sini sangat ramai namun kucoba menenangkan hati untuk terus mencoba menulis sesuatu. Menurutku mungkin ini kehendak Tuhan. Harus kulalui.
Keruwetan keluarga di bidang ekonomi yang kurang stabil di hari ini, membuat aku dan teman-teman di warkop rasan-rasan. Ya maklumlah, mungkin terkontaminasi dengan isi dompet yang menipis. Obrolan demi obrolan terus berlangsung tanpa disadari pada sebuah topik “Pendidikan”.
Pendidikan hari ini sudah tidak baik-baik saja, ungkap temanku. Mau gimana lagi, hari ini pendidikan semakin mahal dan hal yang diajarkan juga kurang manfaat ketika sudah lulus nantinya. Hemmm, jadi serem dengarnya
Sebenarnya pendidikan sudah baik menurutku secara pribadi. Hanya saja mungkin mereka (teman-teman) tidak menempatkan kordinat yang tepat ketika belajar. Belajar mengajar yang masa kini semakin banyak sub atau jenisnya yaitu:
Pelajaran Formal: Pelajaran ini terjadi dalam sistem pendidikan yang terstruktur, seperti di sekolah atau perguruan tinggi. Ada kurikulum yang ditentukan, pengajaran oleh guru atau dosen, serta ujian untuk mengukur pencapaian belajar. Contoh: Matematika, Bahasa Indonesia, atau Sejarah di sekolah.
Pelajaran Informal: Ini adalah pembelajaran yang terjadi di luar sistem pendidikan formal dan lebih bersifat alami atau situasional. Bisa berupa pengalaman sehari-hari, pelatihan, atau belajar dari interaksi sosial. Contoh: Belajar memasak dari orang tua, atau belajar keterampilan melalui pemahaman pengalaman.
Pelajaran Nonformal: Pembelajaran yang terorganisir namun tidak terikat oleh kurikulum formal seperti di sekolah. Biasanya terjadi di lembaga pendidikan nonformal seperti kursus, pelatihan, atau workshop. Contoh: kursus bahasa asing.
Menurutku, kita harus memiliki pemahaman itu agar tidak mudah menyalahkan bahkan menyatakan sikap untuk tidak setuju dengan pendidikan yang terjadi masa kini. Mungkin yang perlu dibenahi adalah proses perekrutan atau pemilihan guru/pembimbing.
Gresik, 21 Oktober 2024
Fauzi “Madrim” Effendy
JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota