
Loh penulis bingung…
Mau nulis apa, kok tiba-tiba saja nge-blank, tadinya mau menuliskan beberapa kalimat saat tadi berkendara menaiki motor, setelah sampai di tujuan kok malah lupa, apa yang mau dituliskan. Penulis amatir akhirnya tidak jadi menulis dan otaknya tidak bisa merespon keinginannya untuk menulis sesuatu.
Esok siangnya penulis masih ingin menulis tapi tidak ada respon dari otak dan pikirannya, karena mungkin tidak ada yang harus dibagikan atau dituangkan dalam tulisannya, bahkan mencoba berganti-ganti tempat singgah tapi tetaplah tidak terjadi tulisan.
Sampai saat perjalanan penulis bergeser tempat di sebuah hotel di Surabaya, lebih tepatnya Hotel Spazio Surabaya, dalam rangka mengantarkan buah hati berkegiatan sekaligus refreshing dengan keluarga, namun tetap tidak ada tulisan yang tertuang.
Dalam hati dan pikiran berbisik………..
Apakah malaikat pensiun?
Apakah Jibril pensiun?
Ataukah Jibril hanya izin cuti?
Siapakah yang mengerti?
Apakah pembaca mengerti?
Hemmmm….
Kalau memang Jibril cuti, minimal Mikail jangan ikut cuti juga, semisal tidak ada wangsit yang turun minimum masih ada rezeki berupa kesehatan, materi ataupun ide pikiran.
Please Mikail, jangan melakukan izin cuti juga ya!!
Tolanglah kalau cuti jangan berbarengan, saling mengisi kekosongan dong! Kami paham kalau juraganmu memang Maha Baik, Maha Rahman dan Rahim. Tapi kami perlu bantuan dan support-nya.
Hemmm, kalau memang benar Mikail melakukan cuti, terus siapa yang membagikan rezeki, terus siapa yang memberi makan pengangguran serta janda renta yang tidak sanggup mencari nafkah? Disimpulkan bahwa Mikail tidak pensiun, bahkan mungkin Mikail tidak boleh melakukan cuti, dengan alasan apapun.
Kalau memang Malaikat Mikail tidak pensiun atau melakukan cuti, oke, penulis mencoba membuka kitab suci dengan harapan mendapat satu-dua petunjuk agar terjadinya tulisan yang bermanfaat. Handphone penulis di scroll dengan acak sambil mulut komat-kamit, muncul sebuah kata ; “Maryam”.
Maryam adalah ibu dari Nabi Isa dalam tradisi Islam, yang dikenal sebagai wanita yang sangat saleh dan dihormati. Kitab suci juga menyatakan bahwa ia dijaga dari segala bentuk dosa dan kehinaan. Sungguh Maryam adalah sosok yang Tuhan sayang.
Seorang ibu yang mengandung serta melahirkan anak tanpa bersuami. Kala itu terjadi perdebatan kaum Israil. “Maryam adalah wanita yang solehah namun kenapa bisa hamil tanpa bersuami,” ucap kaum Bani Israil. Maryam menahan tangis atas tuduhan yang ditujukan padanya, beliau juga sesekali menjelaskan bahwa tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh ajaran Tuhan.
Atas kehendak Tuhan, Nabi Isa yang masih bayi diberikan mukjizat dapat menjawab pertanyaan dari kaum Bani Israil. Maryam sungguh wanita mulia; wanita yang rahimnya dipilih oleh Tuhan untuk melahirkan seorang nabi yang mendapatkan mukjizat kitab Injil. Selain itu juga dapat menghidupkan orang meninggal, menyembuhkan orang buta, dapat menciptakan burung dari tanah liat, dan masih banyak mukjizat yang dimiliki Nabi Isa. Bahkan Nabi Isa juga dipercaya Tuhan sebagai rasul dari kaum Bani Israil.
Maryam hanya sepenggal kisah wanita yang dimuliakan oleh Tuhan. Masih banyak wanita yang dimuliakan Tuhan yang belum tertuang di tulisan. Selalu jaga, rawat, serta muliakan wanitamu dan ibumu, karena Tuhan selalu memuliakan mereka.
Maka Maryam menunjukkan kepada mereka. Mereka berkata, ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak yang masih dalam buaian?’
Isa menjawab, ‘Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberikan kepadaku kitab dan menjadikan aku seorang nabi.'”
(QS. Maryam: 19:29-30)
Surabaya, 07 November 2024
Fauzi “Madrim” Effendy
JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota