Semesta Bercanda

Sumber : Foto / Dokumen pribadi

Air mata berlinang, hati berdebar tak menentu, jantung berdetak kencang, itulah mungkin yang dirasakan oleh Sunhaji penjual es teh yang bertempat tinggal di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Ia kini menjadi viral di media sosial karena mendapatkan rejeki dari perkataan Gus Miftah di sebuah pengajian beberapa hari lalu.

Awal ketika saya mendengar kabar tentang Gus Miftah menghina seorang penjual es teh di sebuah pengajian malam itu, maaf mungkin penulis tidak sepemikiran dengan lainnya. “Alhamdulillah,” kata itu langsung muncul dalam mulut saya. Bukannya penulis kasihan dengan penjual es teh yang sedang mendapatkan umpatan kata “goblok”.

Apakah yang membuat penulis mengucap kata syukur?

Berangkat dari surat Al-Insyirah, “Inna ma’al ‘usri yusra”, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Saat itu penulis langsung men-tadabburi kejadian itu, dengan asumsi bahwa tidak berselang lama maka Tuhan akan memberikan kebahagiaan pada penjual es teh. Dibuktikan dengan kejadian selanjutnya, kini penjual es teh menjadi artis dadakan, memiliki uang melimpah dari beberapa orang yang berdonasi, sampai mendapatkan tawaran haji & umroh dari beberapa stakeholder. Beberapa orang juga mulai agak edan minta diolok-olok oleh Gus Miftah, sehingga bisa seviral Bapak Sunhaji.

Bapak Sunhaji penjual es teh pun tidak menyangka kalau akan banyak dikenal orang. Memang pekerjaan bisa ditiru, tindakan bisa disamakan namun rezeki urusan Tuhan. Kalau memang untuk menjadi sukses jalannya adalah es teh, maka seharusnya sahabatku yang bernama Saiful (Gus Ipul) yang layak, karena beliau berjualan es teh sudah bertahun-tahun. Kalau memang jalannya menjadi sukses adalah diolok-olok atau dimarahi Gus, Kyai, pemuka agama, maka seharusnya sahabatku yang bernama Nanang lah yang lebih layak viral.

“Semesta memang suka bercanda,” ucap sang Presiden Jancuker (Sujiwo Tejo). Banyak hal yang kita bisa pikir seolah mudah ternyata sulit, banyak yang hal yang seolah kita ketahui ternyata kita tidak paham. Sejalan dengan ungkapan ulama’, “ilmu atau pengetahuan adalah seperti telunjuk yang dicelupkan di lautan”. Sepertinya kita paham banyak hal ternyata kita lebih banyak tidak mengerti tentang banyak hal. Jarno mengko lak eruh-eruh dhewe.

Selamat beraktivitas, selamat berjuang, semoga bahagia.

 

Gresik, Jumat 06 Desember 2024

Fauzi “Madrim” Effendy

JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota