Dipuji, Dicela, Dibuang

Sumber :https//images.app.goo.gl/B2YrMA6hHnJdQJbz5

Siang ini, di beberapa media sosial telah terdengar kabar berita “Dipuji, Dicela, Dibuang”. Begitulah informasi yang diterima hari ini; Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia telah dipecat. Pengumuman pemberhentian Shin Tae-yong disampaikan PSSI pada Senin (6/1/2025). Beliau dipecat setelah memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Shin Tae-yong sangat dikagumi oleh kalangan pengamat bola dan suporter. Bahkan pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang tak terbatas ketika pertama kali meracik strategi dan membawa kemenangan Timnas Indonesia. Setiap hari media sosial selalu memberitakan kehebatan meracik meramu Timnas Garuda Indonesia. Hari ini semua telah berubah, Shin Tae-yong dicela, dan yang paling mengejutkan adalah pemecatan dari PSSI.

Ya begitulah garis hidup seseorang. Tiada yang mengerti ke mana akan berjalan, melangkah, atau pun berhenti. Mungkin kita hanya bisa berencana dan berusaha semaksimal mungkin, namun semua hasil tetap abu-abu, remang-remang, tidak jelas.

Terkadang kita menyusun rencana dengan sangat apik dengan format yang indah namun di penghujung sebuah gol kita mengalami kegagalan. Kita rugi tenaga, kita rugi waktu, kita rugi ide pemikiran, bahkan merelakan jiwa raga disertai doa yang tidak pernah putus.

Apakah usaha, kerja keras dan doa kita tidak didengar oleh Tuhan?

Sebenarnya bukan kapasitas saya untuk menjawab pertanyaan itu, namun yang tertulis adalah bukanlah jawaban dari pertanyaan itu, hanya sekedar usul dan masukan saja.

Tuhan selalu mendengar doamu. Tuhan selalu melihat usaha serta kerja kerasmu, bahkan selalu mengerti isi hati seorang hamba-Nya. Tuhan sami’un bashirun, begitulah asma yang tertulis di dalam kitab suci-Nya. Dan perlu diingat serta ditancapkan dalam hati ialah kita sebagai hamba hanya diperintah untuk berusaha, bukan dituntut untuk berhasil.

Ada ayat juga yang wajib diingat adalah Surat Ar-Ra’d ayat 11 “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Terus berjalan, jangan lupa bahagia, rawatlah hormon dopamin.

 

Warkop, 06 Januari 2025

Fauzi “Madrim” Effendy

JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota