
Sepetak keasrian tetumbuhan hijau mencuri perhatian di tengah kota industri yang identik dengan polusi udara dari pabrik-pabrik yang ‘mengepung’ kota Gresik bagian selatan, tepatnya, di wilayah Kecamatan Driyorejo. Debu-debu yang beterbangan akibat kepadatan volume kendaraan besar di sepanjang jalan, tak mampu mengabuti keunikannya. SD ALAMI DRIYOREJO, sebuah sekolah dasar yang dikelola oleh Yayasan Al-Mushoffah di Desa Kesamben Wetan tersebut, memang memiliki konsep ‘Melestarikan Alam dan Pembelajaran di Luar Kelas.’
SD Alami Driyorejo dipilih oleh sedulur penggiat Damar Kedhaton sebagai lokasi acara rutin Jamaah Lingkar Maiyah Gresik, Telulikuran Edisi ke-4. Sedulur Maiyah Gresik dan sekitarnya yang akan melakukan perjalanan, baik dari wilayah Gresik Utara, Gresik Kota, maupun wilayah Gresik lain, akan dimanjakan matanya oleh suasana asri, sejuk, dan nyaman begitu sampai di lokasi ini. Helaian akar dari sejenis tanaman rambat tumbuh menjuntai pada tepian pendopo, tempat Telulikuran akan berlangsung, sehingga menciptakan efek tirai alami yang mengesankan. Sementara itu, pada bagian belakang sekolah, terdapat space tanah yang biasa menjadi arena bermain anak-anak. Bermacam jenis tanaman juga tumbuh di sana.
Semoga, suasana yang sangat asri ini dapat menambah ke-gayeng-an kita, saat duduk melingkar bersama dalam acara Telulikuran nanti malam. (rif/wit/ddk)