Menghirup Atmosfer Literasi

Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gresik, foto : perpus.tosi.co.id.

Pertemuan rutin JM Damar Kedhaton yang digelar setiap tanggal 23 hijriah, kini telah memasuki putaran keenam. Setelah menjangkau Lowayu – Dukun wilayah utara Gresik pada putaran ketiga, lalu mencelat ngidul ke Kesamben Wetan – Driyorejo pada edisi keempat, kemudian mlipir nengah di Iker-Iker Geger – Cerme di putaran kelima, maka bulan ini Telulikuran kembali terdampar di tengah-tengah, Gresik Kota. Sedulur DK yang berdomisili di kawasan kota dan sekitarnya, pun terpanggil dan tergerak untuk mempersiapkan ini itu menyongsong rutinan telulikuran. Tanpa perlu identitas “panitia”, tanpa perlu penerbitan SK khusus, semua berjalan mengalir saling nyengkuyung. Dinafasi rasa seduluran, semua berbareng mengejawantahkan rasa rindu setelah tak bersua sebulan.

Setelah melalui berbagai sesi forum ­perkopian, dan memohon arahan dari Pak Kris, akhirnya dipilih Perpusda Gresik sebagai lokasi telulikuran edisi keenam. Adakah pertimbangan tertentu sehingga memilih tempat itu? Nasihat singkat nan menohok dari Pak Kris, “Arek-arek Damar Kedhaton haruslah melek literasi dan banyak membaca”.

 

Sekilas Profil Perpusda Gresik

Ruang baca umum Perpusda Gresik, foto : perpus.tosi.co.id.

Perpusda Gresik berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto no 20 Gresik. Bangunan tiga lantai itu berdiri gagah berseberangan dengan Wahana Ekspresi Seni dan Olahraga Pusponegoro (WEP). Ketika memasuki area perpusda, di lantai satu akan dijumpai Ruang Baca Anak, Ruang Baca Lansia, Ruang Baca Disabilitas, dan Lobby Perpustakaan. Di lantai tiga, layanan yang bisa dinikmati pengunjung diantaranya adalah Ruang Baca Umum, Area Koleksi Referensi, Area Koleksi Majalah / Koran, Ruang Koleksi Skripsi / Disertasi, dan Layanan Internet. Sedangkan lantai dua digunakan untuk perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik. Perpusda Gresik buka setiap hari. Dari Senin – Kamis, buka mulai pukul 07:30 – 15:30 ; Jumat buka mulai pukul 07:30 – 15:00 ; dan pada hari Sabtu – Minggu buka mulai pukul 09:00 – 14:00.

Sebagai perangkat daerah yang memberikan layanan perpustakaan, Perpusda Gresik terus berbenah. Berbagai inovasi dan terobosan telah ditempuh sebagai upaya mendorong dan menumbuhkan minat baca masyarakat. Ratusan ribu buku dan literatur ada disediakan di Perpusda Gresik. Di 18 kecamatan telah didirikan RBBA (Rumah Baca dan Bermain Anak Usia Dini). Beragam kegiatan pun digelar di Perpusda Gresik, mulai dari Pelatihan Komputer dan Internet Dasar, Sinau Desain Grafis Dasar, BLajar Ngelapak Gresik, Hijab Tutorial, Pelatihan Membuat Bross dari Kain Flannel dan Perca, Kopdar dan Sinau bareng Komunitas Blogger Gresik, dan lain sebagainya. Sejak tahun lalu, Perpusda Gresik juga terpilih menjadi salah satu perpustakaan daerah yang mengeksekusi program PerpuSeru.

Sebagai tambahan informasi, kondisi minat baca masyarakat Indonesia memang mengkhawatirkan. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti.

Maka kemudian, pertanyaan sederhana yang layak diajukan pada diri sendiri adalah : kita pasti tidak asing lagi dengan perpustakaan, tapi ingatkah, kapan terakhir kali kita kesana?

Maka baiklah… segenap JM Damar Kedhaton menghaturkan terima kasih kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik yang telah memberikan izin dan menyediakan tempat. Tak lupa, terima kasih juga dihaturkan kepada Mas Assadin selaku Pustakawan (staff pelayanan dan informasi) yang telah banyak membantu dan bersedia di-riwuk’i pegiat DK dalam mempersiapkan teknis acara telulikuran.

Semoga dengan diadakannya telulikuran di perpustakaan nanti malam, JMDK semakin akrab dengan atmosfer literasi.

(eby/aif/ddk)