Belajar Melukis Bersama di Gresik Utara

Tak seperti hari-hari sebelumnya yang terik, siang kemarin langit Gresik agak mendung. Suasana teduh menyambut kedatangan para peserta workshop “Belajar Melukis Bersama” di CindeLaras Cafe, Ds. Siwalan, Kec. Panceng. Minggu siang selepas dhuhur, tanggal 24 September 2017, puluhan anak dan remaja berduyun-duyun menuju kafe yang berlokasi di tengah persawahan itu.

Sambil menunggu mulai, anak-anak membaca buku.

Sambil menanti acara dimulai, peserta disuguhi buku-buku koleksi Rumba Nusantara yang sengaja diangkut dari Cerme. Anak-anak begitu antusias mengambil buku, lalu membacanya. Binar di wajah mereka menampakkan kegembiraan mendapati konten buku yang menarik benak. Ada yang membaca sendirian, ada yang membaca berkelompok, ada juga orang tua yang membacakan buku untuk anaknya.

Awan yang sedari tadi bergelayut pun jatuh menjadi gerimis, tepat ketika acara dibuka oleh Cak Fauzi. Usai berdoa bersama, peserta diajak nge-game sejenak dan bernyanyi untuk menghangat-akrabkan suasana. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan tuan rumah oleh Cak Yusuf, JM Damar Kedhaton yang juga pemilik CindeLaras Cafe ‘n Gallery.

Kak Yusuf memandu peserta remaja menggambar sketsa wajah.

Karena gerimis semakin lebat, maka peserta diajak untuk makin merapat. Semangat dan keceriaan tak boleh surut, meski sesekali terkena tempias hujan. Peserta remaja memilih bergeser lokasi. Tujuh orang tersebut ditemani Cak Yusuf untuk belajar melukis sketsa wajah. Sedangkan lima puluh peserta usia anak-anak ditemani Cak Irul belajar teknik dasar menggambar.

Kak Irul memandu peserta workshop Belajar Melukis Bersama.

Dengan menggunakan media whiteboard, Kak Irul memandu peserta. Sambil membimbing anak-anak menorehkan spidol dan crayon, Kak Irul juga menyelipkan nilai-nilai positif dalam aktivitas menggambar. Anak-anak diminta untuk percaya diri, dan berani memasang mindset bahwa menggambar itu mudah. Disisipkan juga pesan bahwa kegiatan menggambar sangat bermanfaat bagi keseimbangan tumbuh kembang otak anak.

Kak Irul dan Kak Yusuf mengapresiasi karya peserta.

Para peserta yang mayoritas berasal dari kawasan Kecamatan Panceng itu tampak bersemangat mengikuti arahan Kak Irul. Gerimis yang sempat terhenti, dan kemudian turun lagi, serta iringan lirih musik, membuat rasa kerasan bagi siapapun yang hadir, terutama para peserta workshop untuk menuntaskan karyanya. Setelah semua peserta menyelesaikan gambarnya, CindeLaras Cafe memberikan kejutan. Kak Irul diminta untuk memilih tiga karya terbaik. Tiga peserta terpilih mendapatkan suvenir berupa crayon lengkap, dan karyanya akan dipajang di kafe.

Selepas acara, Cak Yusuf menuturkan bahwa kafe yang belum berusia sebulan itu memang ia niatkan menjadi salah satu media belajar-kreatif, khususnya bagi kaum muda di kawasan Panceng. Jika kita datang di kafe ini, di belakang meja kasir, memang jelas terpampang tulisan  “Social Creativity Club”. (aif)