Prolog Telulikuran DK Edisi #26 – November 2018 “Bersholawat”

Seakan tiada pernah habis kata-kata ditata-pasangkan sebagai sarana mengungkapkan cinta. Para pecinta selalu saja menemukan diksi demi mengekspresikan gemuruh batinnya, kepada yang dicinta. Semesta pun kompak seirama, setia menyediakan taburan ide bagi terpantiknya deretan narasi bermuatan puji puja. Beragam bentuknya, berupa bait puisi, mewujud alinea prosa, menjadi lirik syair lagu, sebagai penanda cinta dari dahulu kala. Ringkas kata, umur ungkapan cinta rupanya setara dengan usia peradaban manusia. Bahkan, sejak sebelum makhluk manusia tercipta, adegan pengungkapan cinta telah mengada.

Bagaimana jadinya luapan gemuruh cinta itu, jika ia ditujukan pada sosok makhluk paling mulia? Sosok yang akhlaqnya pun dipuji oleh Penciptanya. Ia yang dipilih sebagai teladan yang baik bagi laku kehidupan. Ia yang menjadi prasyarat utama bagi pengikutnya dalam mendapatkan cinta dan ampunanNya. Ia yang satu-satunya alasan bagi Tuhan untuk mencipta alam semesta. Nur Muhammad, mewujud secara jasadi pada Sayyidina Muhammad bin Abdullah.

Telah terbit sekian banyak buku yang menarasikan perjalanan hidupnya. Telah lahir ribuan syair untuk memujinya. Semuanya lahir, apalagi kalau bukan dari rahim cinta penulisnya.

Kiprah revolusioner Sayyidina Muhammad SAW dalam membangun peradaban, pun diakui oleh peneliti yang tidak menyandang iman di hatinya. Dari seratus tokoh dunia, ia meletakkan Sang Rasul di urutan pertama.

Dulur, masih dalam rentang momentum bulan mulia Rabiul Awwal, mari kita berbareng meneguhkan komitmen Segitiga Cinta. Kita lantunkan ungkapan cinta yang paling jernih, murni, otentik, nan sejati pada junjungan mulia, yang Allah sendiri pun memberi teladan dengan bersholawat untuknya. Tentu saja sambil saling memperkaya dan memperluas cakrawala pengetahuan perihal tindak tanduknya dalam melakoni kehidupan, agar eskalasi cinta dapat kita resonansikan pada level perbuatan.

Mari melingkar bersama pada Majelis Ilmu Telulikuran edisi ke-26, pada :

 

Kamis, 29 November 2018

Pukul 19:23 WIB

Di Balai Desa Petis Benem,

Kec. Duduk Sampeyan, Kab. Gresik.