Pada hakikatnya setiap manusia dikaruniai oleh Allah daya dengan level serta kualitas yang berbeda-beda untuk dapat menciptakan karya dalam hidup. Oleh karena itu kita hidup di dunia ini saling membutuhkan dan melengkapi.
Namun, di era modernitas dengan perkembangan teknologi yang serba cepat dan canggih ini memanjakan dan menggiring kita untuk konsumtif. Sehingga daya kreasi kita menjadi tumpul dan tidak produktif.
Hal seperti itu sangat riskan bila terus berlanjut, apalagi di tanah Nusantara yang “tongkat kayu saja bisa jadi tanaman”. Lantas, apa yang bisa kita perbuat? Sudahkah kita mengasah potensi serta menggali kreasi dalam diri agar dapat berdaya sehingga mampu mencipta sebuah karya dan mandiri secara ekonomi?
Langkah tapak menjejak, tepat pada Majelis Ilmu Telulikuran di edisi ke 27 ini kita sampai pada dua tahun perjalanan sebagai simpul. Dinamika romantisme berhimpun penuh dengan cerita.
Tetap teguh dan berpayung istiqomah dengan riang gembira, Mari hadir dalam rangkaian acara Milad dua tahun kita, Pada :
Sabtu, 15 Desember 2018
Pukul : 19.23 WIB