DI UJUNG KERINDUAN

DI UJUNG KERINDUAN

Aku datang
Dengan jubah kemunafikan
Kesyirikan
Keangkuhan
Kesombongan
Aku menghadap-Mu dengan mata uang palsu
Untuk membayar hutangku
Karena aku yakin Rahman Rahim-Mu tidak terbatas
Tak terkira

Dan tanpa kuasa-Mu
Hamba tak berdaya

Jikalau Engkau berkenan memberiku kenikmatan dunia
Berikanlah saja pada yang ingkar pada-Mu
Jikalau Engkau berkenan memberiku pahala
Berikan saja pada para kekasih-Mu
Demikian Rabi’ah berdoa
Tak kuasa ku tak setuju dengannya

Aku hanya ingin melihat dan memandang wajah Nabi-ku
Muhammad SAW
Dari lubang kecil dalam bilik yang gelap dan kotor

[Nanang Timur, 2018]