Prolog Telulikuran DK Edisi #33 – Juni 2019 “Tuna Sathak, Bathi Sanak”

Prinsip tuna sathak bathi sanak pada dasarnya adalah sebuah pesan dari khazanah kultur masyarakat Jawa, bahwa perdagangan bukanlah sekadar transaksi jual beli. Lebih dari itu, kearifan Jawa memandang perdagangan sebagai bagian dari ritme kehidupan, baik oleh penjual maupun pembeli. Penjual mengharapkan pelanggan menjalin hubungan yang dekat, layaknya saudara. Begitu juga sebaliknya.

Dari prinsip di atas, bisa kita pelajari bahwa peradaban Jawa sangat kuat pondasinya dalam menopang keselarasan urip bebrayan. Bagaimana nilai yang lebih dijunjung tinggi adalah rasa persaudaraan, keikhlasan, serta welas asih.
Di Maiyah, kita sering belajar berpikir siklikal, “menthawafi” segala sesuatu dari jarak, sudut, sisi, serta resolusi pandang. Adagium tuna sathak bathi sanak di benak sampeyans mungkin saja bukan diaplikasikan hanya di bidang perdagangan saja. Nilai luhur itu boleh jadi sampeyans ejawantahkan pada ragam relasi kemanusiaan ; silaturahim, sambung rasa dan seterusnya.

Barangkali salah satu contoh bentuk ekspresinya adalah pada momen Idul Fitri. Kita bisa saksikan betapapun beratnya kondisi ekonomi masyarakat, tak membuat mereka kalah dari kehendak untuk mudik, demi untuk tetap menjaga ketersambungan dan berkumpul dengan sanak saudara. Memang tradisi pulang kampung mengemuka tidak hanya di lanskap masyarakat nusantara. Di beberapa negeri juga terjadi aktivitas serupa. Namun, secara spirit dan kuantitas, wajah budaya mudik di negeri ini sepertinya paling nggetih dan begitu kolosal. Ada motivasi mulia yang menjadi bahan bakarnya, yang kerap kita dengar sebagai nasihat dari para orang tua ; ben ora kepaten obor.

Dulur, tentu dari sampeyans semua punya pemikiran serta pandangan yang tak melulu sama tentang Tuna Sathak, Bathi Sanak. Tetap berpayung istiqomah, mari hadir dengan katresnan, sinau bareng dengan riang gembira di Majelis Ilmu Telulikuran edisi ke-33 yang Insya Allah dilaksanakan pada :

Rabu, 26 Juni 2019
Pukul : 19.23 WIB
Di SD Alami Driyorejo
Jl. Embong Trengguli RT 08 RW 02, Ds. Kesamben Wetan, Kec. Driyorejo, Gresik.