Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #35 – Agustus 2019 “Factory Reset”

Di era modern ini, mayoritas dari kita tentu mempunyai gadget. Puluhan vendor hadir dengan berbagai konsep masing-masing produknya. Kita sebagai pengguna tentu tahu perbandingan kinerja gadget baru dengan yang sudah terpasang berbagai aplikasi pihak ketiga, apalagi dengan yang sudah digunakan pada jangka waktu yang lama, gadget akan terasa lemot, bisa karena terlalu banyak aplikasi, malware dan juga yang lainnya. Pilihan Factory Reset kerap dipilih bila kinerja gadget sudah tidak sesuai harapan.

Lantas, apa hubungannya Factory Reset dengan Majelis Ilmu Telulikuran?

Merujuk kembali pada Tajuk rilisan Yai Toto Rahardjo Kembali ke spirit bagaimana pada tulisan tersebut sarat makna dan berupa ajakan kepada kita sebagai orang maiyah untuk merenungkannya, mempelajarinya. Sebagai langkah awal, factory reset secara esensi mungkin bisa menjadi pijakan kita untuk sinau kembali ke spirit. Bagaimana selama ini kita bermaiyah pada skala diri sendiri, sosial masyarakat, lingkar/simpul dan juga yang lainnya.

Nampaknya kita perlu meluangkan waktu sejenak untuk menengok ulang kandungan utama batin kita, yang darinya terpantik langkah kaki kita menempuh jalan sunyi ini. Ialah perasan paling murni, yang darinya mengalirkan ghirrah untuk nandur di kebun ini. Ialah kristal argumentasi paling otentik, yang darinya tercermin nuansa gerak meneguhkan segitiga cinta ini. Ialah frekuensi paling lembut, yang darinya lahir getaran dan gelombang pikiran dan sikap kepengasuhan. Ialah niat.

Di tengah realitas kehidupan hari-hari ini yang penuh kepungan potensi keterombang-ambingan, kemurnian dan kejernihan niat patut dijadikan pegangan. Agar tak mudah katut terseret arus dan lalu hanyut. Semurni dan sejernih apakah niat kita? Bukankah niat adalah panglima sedangkan amal adalah pasukannya. Tajdiidun-n-niyaat. Memperbarui niat adalah keniscayaan, demi menjaga keistiqomahan.

Pada setiap individu, pasti memiliki pengalaman dan ketersentuhan yang berbeda-beda dengan Maiyah. Karena itu sangat diperlukan kenduri pengetahuan, pemahaman, serta pemikiran dari kita, dan juga dengan panduan dari Mbah Nun mengenai “Jam’iyah Pengusaha Sorga” agar kita dapat saling mengisi, meluaskan khazanah.
Dulur, tiba waktu bagi kita untuk melingkar kembali. Tetap dengan spirit wa laa tansa nashiibaka minad dunya, mari hadir kenduri kegembiraan dalam mencari yang otentik, di Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton pada ;

Jum’at, 23 Agustus 2019

Pukul : 19.23 WIB

Di Balai Desa Singosari, Kebomas – Gresik.

Jl. Kapten Dulhasim gg V No18A Kebomas Gresik