Meng-‘Lockdown’-kan diri

https://images.app.goo.gl/bTBubX3qPnyfeBMi8

Meng-‘Lockdown’-kan diri

 

Di tengah virus yang sedang mewabah

Banyak ilmu yang tercecer dengan percuma

Dari yang tampak hingga tak kasat mata

Aku pun kian terbata-bata

 

Jalanan mulai sepi

Sekolah-sekolah diliburkan sejak dini

Kumuhnya pasar-pasar disemproti

Berita-berita pencegahan meledakkan perihal antisipasi

Buruh pabrik satu per satu dengan ketatnya diamati

Pintu rumah peribadatan banyak yang dikunci

Berdiam dalam rumah kian digaungkan

Menghindari lingkungan kerumunan

 

Segala teknologi peradaban canggih masa kini

Dengan gagahnya disediakan guna menghadapi itu semua

Bukan persoalan jika menjadi bentuk sikap ikhtiar

Permasalahannya jika hanya sekadar sebagai omong besar

 

Terkadang Tuhan merasa sepi

Di kala manusia sibuk dengan pesta keramaian

Tuhan cemburu

Tuhan ingin ditemani

Tuhan tak ingin sendiri

Tuhan yang bersemayam dalam lubuk hati

 

Dari tiap sudut kejadian

Takkan pernah luput dari peran Tuhan

Tentunya Sang Sutradara kehidupan

Kepada manusia

Tuhan menitipkan pesan

Menjadi Khalifah fil Ardhi

Adalah tugas yang utama

 

In lam takun ‘alayya ghodlobun fala ubali

Mentawakkalkan diri terhadap nasib di dunia ini

Asalkan Tuhan tidak memarahi

 

Tuhan Maha Mengetahui

Tuhan Maha Mengerti

Tuhan Maha Memiliki

Tuhan Maha Menguasai

Atas seluruh kehidupan kita saat ini, esok, dan kelak nanti

 

Me’Lock down’ diri

Bermuhasabah terhadap segala hal yang terjadi

Menjauhi eksistensi

Mendekati yang sejati

 

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’ii ilaa robbiki roodliyatan mardliyyah

Fadkhulii fii ‘ibaadi wadkhulii jannatii

Sendiri menyepi

Memasuki lorong sunyi

Menenteramkan diri

Memenuhi panggilan Tuhan dengan ketulusan hati

 

 

Gresik, 21 Maret 2020

Febrian Kisworo Aji

JM Damar Kedhaton tinggal di Cerme, Gresik. Sedang menyelesaikan studi di UIN Sunan Ampel Surabaya.