
Meng-‘Lockdown’-kan diri
Di tengah virus yang sedang mewabah
Banyak ilmu yang tercecer dengan percuma
Dari yang tampak hingga tak kasat mata
Aku pun kian terbata-bata
Jalanan mulai sepi
Sekolah-sekolah diliburkan sejak dini
Kumuhnya pasar-pasar disemproti
Berita-berita pencegahan meledakkan perihal antisipasi
Buruh pabrik satu per satu dengan ketatnya diamati
Pintu rumah peribadatan banyak yang dikunci
Berdiam dalam rumah kian digaungkan
Menghindari lingkungan kerumunan
Segala teknologi peradaban canggih masa kini
Dengan gagahnya disediakan guna menghadapi itu semua
Bukan persoalan jika menjadi bentuk sikap ikhtiar
Permasalahannya jika hanya sekadar sebagai omong besar
Terkadang Tuhan merasa sepi
Di kala manusia sibuk dengan pesta keramaian
Tuhan cemburu
Tuhan ingin ditemani
Tuhan tak ingin sendiri
Tuhan yang bersemayam dalam lubuk hati
Dari tiap sudut kejadian
Takkan pernah luput dari peran Tuhan
Tentunya Sang Sutradara kehidupan
Kepada manusia
Tuhan menitipkan pesan
Menjadi Khalifah fil Ardhi
Adalah tugas yang utama
“In lam takun ‘alayya ghodlobun fala ubali”
Mentawakkalkan diri terhadap nasib di dunia ini
Asalkan Tuhan tidak memarahi
Tuhan Maha Mengetahui
Tuhan Maha Mengerti
Tuhan Maha Memiliki
Tuhan Maha Menguasai
Atas seluruh kehidupan kita saat ini, esok, dan kelak nanti
Me’Lock down’ diri
Bermuhasabah terhadap segala hal yang terjadi
Menjauhi eksistensi
Mendekati yang sejati
“Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’ii ilaa robbiki roodliyatan mardliyyah”
“Fadkhulii fii ‘ibaadi wadkhulii jannatii”
Sendiri menyepi
Memasuki lorong sunyi
Menenteramkan diri
Memenuhi panggilan Tuhan dengan ketulusan hati
Gresik, 21 Maret 2020
Febrian Kisworo Aji
JM Damar Kedhaton tinggal di Cerme, Gresik. Sedang menyelesaikan studi di UIN Sunan Ampel Surabaya.