Kelompok Pesepeda

Kelompok Pesepeda

https://newsmaker.tribunnews.com/2020/06/13/tren-bersepeda-sedang-naik-daun-simak-tips-aman-gowes-di-tengah-pandemi-covid-19

Minggu pagi. Di bulan Agustus. Sehari sebelum tanggal pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno didampingi Bung Hatta didengarkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Setelah mengganti oli motor setiaku, Supra. Aku bergegas menuju warung kopi seberang waduk milik petani jagung di Desa Wedoroanom. Warung kopi Cak Har. Warung kopi yang didesain sangat sederhana sejak awal berdiri hingga hari depan. Kursi sandar dari bambu, meja warung dari kayu dan rak kayu berisi gelas, tatakan gelas, sendok, piring dan seperangkat alat masak. Terlihat jelas di setiap penjuru. Rindang dengan pohon bambu berdiameter kecil mengelilingi samping kanan dan kiri warung. Serta pemandangan waduk buatan petani yang airnya berkilau jika terkena sinar matahari.

Mbak itu, aku menyebutnya begitu. Sebab aku tidak tahu namanya. Sebagai pelayan setiap pagi sampai ashar di warung itu. Menurutku, dia di-setting sebagai bunga warung tentunya.

Sudah berminggu-minggu, setiap Minggu. Jalan depan warung yang selalu dilewati oleh para pesepeda. Menyusuri keindahan alam. Dengan pemandangan sawah dan para petani yang rukun dan tekun merawat tanah serta waduk buatan yang berkilau jika terkena cahaya. Pohon-pohon rindang juga menambah sejuk udara yang dihirup oleh insan berparu-paru tiap paginya.

Kelompok pesepeda dari desa sebelah sampai kecamatan sebelah. Oh iya. Aku jelaskan, Warung Cak Har bertempat di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Sering disinggahi para peseda tiap pagi dan sore. Biasanya hanya sekedar ngopi dan Sarapan. Serta menikmati pesona bunga warung tentunya. Berkerudung warna menyala, berparas tegak, berucap sopan santun, dan sudah beranak dua.

Para pesepeda beristirahat sembari bercerita kepada teman – temannya. Mulai dari cerita rasa putus asa dalam urusan percintaan, urusan ban sepeda yang pernah bocor, hingga urusan ingin sepeda yang bagus dan keren. Aku tak mengerti niat para pesepeda dalam bersepeda. Yang kutahu adalah mereka ingin membuang keringat lewat aktivitas bersepeda dan selfi.

Ada pemandangan baru di Warung Cak Har. Para pesepeda membawa banner komunitasnya. Lalu ditempel di bawah pohon bambu bertuliskan “Basecamp para Goweser Warung kopi Cak Har” otomatis menambah bunga senyum pada pemilik warung dan bunga warung tentunya.

Mungkin banner itu berpotensi akan mengundang banner – banner lain yang tak sengaja muncul dari para komunitas goweser yang biasa lewat di jalan Desa Wedoroanom. Asal tidak menambah sampah visual yang berpotensi memecah belah para goweser menurutku tidak masalah. Sebab bulan ini adalah bulan yang lagi rame dipenuhi sampah visual dengan gambar calon idola pemimpin sebuah wilayah.

 

Wedoroanom, 16 Agustus 2020.

“Tedjo” Andreanto

JM Damar Kedhaton tinggal di Driyorejo, Gresik.