Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedathon Edisi #43–September 2020 “Resesi Katresnan”

Resesi sedang menghantui seluruh negara di dunia. Setidaknya, empat puluh empat Negara telah melaporkan perekonomiannya sedang melorot ke jurang resesi. Produk Domestik Bruto(PDB) mereka mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Tetangga terdekat kita Singapura, pertumbuhan ekonominya turun -0,7% pada kuartal I 2020, dan turun lagi -12,6% di kuartal II 2020. Amerika Serikat lebih parah lagi, setelah turun -5% di kuartal I,ekonominya makin nyungsep -32,9% pada kuartal II. Ini adalah kondisi ekonomi terburukyang dialami Amerika Serikat sejak tahun 1947.

 

Negara-negara lain yang tergolong kuat ekonominya pun serupa kondisinya. Inggris, Korea Selatan, Jerman, Hongkong, dan Jepang di antaranya. Menariknya, sejauh ini terdapat tiga negara yang lolos dari jebakan resesi, yakni China, Vietnam dan Turkmenistan.

 

Bagaimana dengan Indonesia? Pada kuartal I 2020, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif 2,97%, namun turun hingga -5,32% pada kuartal II. Disinyalir kuat, pada periode berikutnya PDB Indonesia akan mengalami kontraksi lagi, alias minus. Dan jika itu benar terjadi, Indonesia resmi resesi.

 

Walah, kok ndakik temen sih mbahas ekonomi nasional nganti ekonomi dunia?

 

Dulur, apakah gambaran kondisi nasional – regional – global di atas ada keterkaitan dengan keseharian kita yang wong biasa ini? Mari kita diskusikan dengan gembira dengan penuh cinta.

 

Cinta? Katresnan?

 

Bagaimana kabar keluargamu? Di tengah situasi era “cuci tangan dan jaga jarak” sekian bulan terakhir, apakah justru memupuk-suburkan katresnan di lingkaran terkecil keluargamu? Ataukah justru sebaliknya?

 

Bagaimana pula grafik bebrayan di sekitarmu? Apakah sudah menemukan formula baru untuk merawat kembali tradisi warisan para leluhur semisal tahlilan, diba’an, istighotsahan?

 

Lantas, bagaimana antara aku dan kamu, alias kita? Katresnan yang merupakan sumberenergi paling murni, yang men-tenagai perjalanan lingkaran kita selama ini, apakah tak lepas dari ancaman resesi? Mari berbareng berrefleksi.

 

Dengan memeriksa kembali bab “benih” dan ngugemi dhawuh Simbah yang “Gerakan peradaban Maiyah perlu memulai suatu langkah yang lebih buah, bukan sekadar benih. Yang lebih kebun dan taman, tidak hutan rimba terus”, mari melingkar kembali di Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi 43 pada :

 

Kamis, 10 September 2020

Pukul 19.23 WIB

Di Bumi Perkemahan Lembah Kidang Kuning Suci Gresik