Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedathon Edisi #44–Oktober 2020 “KECELIK”

Salam sejahtera, doa terbaik dari dan untuk kita semua senantiasa membersamai dalam lingkaran keheningan. Semoga, keberkahan menemani kita selalu.

Waktu terus berlalu, berlanjut, dan akan selalu datang dengan persoalan-persoalan yang baru. Disamping persoalan lama yang kian menggunung, selalu terselip secercah harapan “Kebahagiaan Hidup”, yang mau atau tidak, kita harus merawat harapan itu sampai kapanpun agar tetap bertumbuh.

Mungkin, ada perlunya sesekali kita coba menghitung kembali, mengambil jarak agar tidak terbuai:

  • Tentang keinginan, lebih banyak manakah antara yang terkabulkan dengan yang tidak atau belum terkabulkan?
  • Tentang hal yang menyenangkan, lebih banyak manakah antara keinginan atau kebutuhan?

Begitu beragamnya manusia memaknai konsep “Kebahagiaan Hidup”, atau barangkali bisa disetujui bersama bahwa, kebahagiaan hidup hanyalah harapan semu. Atau justru kita yang malah terperangkap masuk ke dalam bagian dari orang-orang KECELIK tersebut.

Beragam pula cara untuk mencapainya, misalnya yang paling poluler: memburu dan mengumpulkan harta, berleha-leha atau malas bekerja, mempersibuk diri dengan aktivitas pergaulan diluar jam kerja, lebih senang diam berdoa, dan lain-lain.

Terlepas dari beragam makna, cara pandang, dan implementasi terhadap konsep kebahagiaan hidup, seakan satu-satunya yang berhak berhubungan dengan “Kebahagiaan Hidup” adalah usaha keras sebagai tindak lanjut keinginan tentang suatu hal, apapun bentuknya, jika begitu maka apapun yang terjadi bukanlah hal atau peristiwa yang membahagiakan, jika tanpa disengajakan, tanpa diinginkan, dan tanpa disadari. Atau dengan sebutan lain itu adalah hal yang biasa; harus disikapi sewajarnya saja.

Dalam lingkaran ini, akan ada sangat banyak hal yang harus digali. Sebagaimana naluri kesadaran kita yang terus mencari tahu, meskipun harus siap menerima risikonya; semakin banyak tahu, maka semakin banyak hal yang kita tidak tahu pula.

Logika adalah batas kemampuan berfikir manusia. Kecelik atau tidak, semoga kita tidak terbiasa menjadi pribadi yang kagetan.

Sebab itu, dengan berkesadaran untuk terus mencari kebenaran yang sejati, agar tidak mudah KECELIK dalam menjalani kehidupan, maka tentu banyak perspektif pandang untuk saling kita sinauni.

Dengan semangat yang berapi-api, mari kita kelola-kendurikan tema KECELIK secara kolektif tanpa saling menggurui. Berbareng dalam Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi yang ke-44, pada:

Hari       : Sabtu, 10 Oktober 2020

Waktu   : 19.23 WIB

Tempat : Pendopo Haqquna, Siwalan, Panceng-Gresik