Ular Pun Berpuasa

https://images.app.goo.gl/jBDXpirxHd3f83KPA

Bagaimana aku tidak malu, ketika sang ular mengataiku, “Kalau hanya tidak makan dan tidak minum, aku pun bisa”

Tersentak hatiku, sungguh aku malu dengan hewan yang biasa dibenci, dianiaya, bahkan dibunuh dengan cara yang keji oleh manusia. Manusia yang diberi akal, sedang hewan tidak. Namun hewan mampu berpuasa melebihi manusia, hanya saja puasanya tidak makan dan tidak minum.

Melakukan tidak makan dan tidak minum saja, begitu berat bagi manusia, apalagi diperluas lagi makna puasanya. Misalnya, melakukan sesuatu yang tidak kita sukai dan tidak melakukan sesuatu yang kita sukai.

Manusia cenderung suka melampiaskan daripada menahan. Manusia senantiasa melakukan aneka perusakan terhadap alam, terhadap apapun untuk kepentingannya sendiri.

Manusia lupa bahwa Tuhan tidak menciptakan makhluk di dunia ini hanya manusia saja. Ada banyak makhluk yang diciptakan Tuhan mulai dari yang kasat mata hingga yang tidak kasat mata. Namun, manusia begitu egois, rakus, serakah, mementingkan dirinya sendiri.

Andai saja manusia bisa berpuasa melebihi yang hewan lakukan, mungkin alam tidak serusak ini.

 

Surabaya, 12 April 2021

Jemi Lio Dianta

JM Damar Kedhaton tinggal di Driyorejo, Gresik.