Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedathon Edisi #51 – Mei -2021 “Merajut Asa”

Kita ditakdirkan hidup di dunia tentu ada tujuannya tersendiri. Tidak banyak yang bisa kita tahu kenapa Allah menciptakan manusia untuk hidup di atas bumi beserta ciptaan yang lainnya. Kita ada karena diadakan olehNya. Begitu juga dengan kehidupan.

Kiranya juga selalu tersimpan dalam benak kepala kita masing-masing; kenapa kita diciptakan oleh Allah? Bahkan kita pun sebelumnya tidak pernah meminta untuk diciptakan olehNya. Kalaupun kita sudah tahu kehidupan penuh dengan rintangan, rasa-rasanya ada kemungkinan masing-masing dari kita untuk menolak diciptakan. Pertanyaan tersebut wajar bagi kita–manusia–yang dikaruniai dengan akal pikiran, namun untuk konteks di luar nalar berpikir, sudah sepatutnya kita cukup mengimani saja. Begitu juga dengan alasan kenapa kita diciptakan.

Allah pun telah membocorkan sedikit rahasia di balik penciptaan semesta beserta mahklukNya, terutama manusia. “Allah tak bisa ditanya tentang apa yang diperbuatNya, merekalah yang dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Tindakan Allah sebagai Tuhan yang telah memiliki semesta alam, Maha Kuasa, Maha Pencipta, dan Maha segala-galanya merupakan hal mutlak dan tidak perlu persetujuan dari siapapun.

Di lain ayat juga dijelaskan bahwa, tujuan manusia diciptakan salah satunya adalah dibentuk sebagai pengurus (khalifah) di planet bumi ini. hal tersebut telah dinyatakan dalam firman Allah :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS. Al-Baqarah: 30)

Selain itu, manusia juga disuruh patuh dan berserah kepada Allah sebagai sesembahan–pencipta mereka.

Hal tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzariyat: 56)

Sungguh besar kuasaNya, wilayahNya, kekuatanNya sebagai satu-satunya pencipta dari kehidupan itu sendiri. Maka niscaya bagi kita untuk tidak mengagungkan segala yang diciptaNya. Segala aspek dan dimensi dalam kehidupan, sungguh selalu ada campur tangan dariNya. Hal tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah berikut ini:

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha-Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS at-Thalaq: 12)

Sudah jelas kiranya bagi kita semua untuk setia mengimani terhadap campur tangan dariNya, bahkan dalam detak jantung, aliran darah, beserta segenap alat kecanggihan dalam tubuh manusia–semua diperjalankan atas izin dariNya.

Bahwa semenderita apa pun, sepayah bagaimana pun, seputus asanya kehidupan yang sedang kita tempuh saat ini–sungguh disayangkan bila kita putus harapan atas rahmat dari Tuhan.  “Wa laa taiasu min rouhillah”. Dan salah satu wujud dari rahmatNya ialah kebersamaan paseduluran yang kita tekadi dan landasi dalam naungan cintaNya. Barangkali, kita perlu menambah ikhtiar untuk lebih jeli menemukenali aneka fadhilah yang dititipkan Allah pada tiap-tiap individu di dalam lingkaran paseduluran kita. Boleh jadi dengan itu ragam asa yang seharusnya ada layak untuk dirajut.

Dengan istiqomah melangkah, bersama saling memadatkan cinta paseduluran Al mutahabbina fillah, tak perlu takut memasuki gelap rimba kehidupan; mari melingkar kembali tuk merajut asa atau harapan dari sisa-sisa tenaga, waktu, usaha, beserta doa-doa kita di Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi yang ke-51 pada:

 

Selasa, 4 Mei 2021

Pukul 19.23 WIB

Di Balai Rukyatul Hilal Bukit Condrodipo, Kebomas, Gresik