Pendidikan Itu yang Bagaimana?

https://images.app.goo.gl/pbBBfg33D28ZWeYE9

Ada istilah “Orang Berpendidikan” dan “Orang Tidak Berpendidikan”. Kebanyakkan manusia modern mengatakan orang yang berpendidikan adalah orang yang pernah kuliah hingga lulus dan mendapat gelar sarjana. Sedangkan orang yang tidak berpendidikan adalah orang yang tidak pernah kuliah, atau sekolah sampai tamatan SD, SMP, atau SMA.

Lah, apakah SD, SMP, dan SMA itu bukan bagian dari pendidikan? Lha sekolah SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun lapo ae? Kok bukan dikatakan sebagai bagian dari proses pendidikkan. Lalu yang dididik itu apanya, manfaatnya apa, dan tujuannya ke mana? Mereka yang menganggap dirinya berpendidikkan sering menghina yang tidak berpendidikan. Apalagi kalau ada kasus kriminal – maling misalnya – yang pelakunya adalah orang-orang

tidak tamat SMA, SMP, atau SD, maka akan banyak yang mengatai, “Ohhh, ancene wong gak berpendidikan, mangkakno nyolongan”

Padahal kenyataannya, mereka yang menjabat di pemerintahan adalah orang berpendidikan semua, lulusan sarjana semua. Namun pada kenyataannya, yang maling uang, maling kekayaan negara, dan menyengsarakan rakyat adalah justru mereka yang berpendidikan–menjabat di pemerintahan.

Aneh, sungguh aneh memang. Banyak sekolahan, banyak kampus – yang mendidik manusia[1]manusia Indonesia – namun kenyataannya tidak bisa memberikan sebuah wadah atau tempat, yang di dalamnya terdapat proses penggilingan kebenaran untuk dijadikan sebagai kebaikan dan disuguhkan mewujud keindahan untuk Indonesia.

Apakah ada yang salah dengan pendidikan di negara kita? Sebenarnya pendidikan itu apa dan yang bagaimana? Tujuannya apa? Manfaatnya apa?

Jemi Lio Dianta

JM Damar Kedhaton, tinggal di Driyorejo, Gresik