Menonton TETA MOVIE Bersama Allah, Kanjeng Nabi Muhammad, dan JMDK di Bioskop

Hari ini, Sabtu, tgl 15 Mei 2021 adalah hari yang sangat spesial bagi Jamaah Maiyah Damar Kedhaton (JMDK). Dimana telah diselenggarakan acara nonton bersama film keluarga “Terima Kasih Emak | Terima Kasih Abah” (TETA) di bioskop CGV Icon Mall Gresik.Turut hadir kamituwa Damar Kedhaton, Wak Syueb sekeluarga. Sejarawan Gresik Pak Kris beserta keluarga juga hadir. Selama ini beliau berdua senantiasa membersamai JMDK dalam rutinan sinau bareng (Telulikuran) di wilayah Gresik.

Ada hal yang sangat amat unik atau bahkan sangat mustahil itu terjadi di bioskop. Mungkin ini yang pertama kalinya terjadi. Bayangkan saja, sebelum nonton bareng film TETA, kami semua melakukan budaya “Wirid dan Sholawat” yang setia kami lakukan dimanapun berada, sebelum acara diskusi / sinau bareng. Dan mungkin ini yang pertama kalinya terjadi di bioskop Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Sehingga sangat menyentuh hati saya, sampai-sampai meneteskan air mata.

Sebelumnya saya tidak menyangka bahwa akan ada wirid dan sholawat di bioskop. Melihat peradaban modern yang cenderung meniadakan Tuhan. Entah jurus apa yang digunakan Cak Fauzi – yang mengorganisir acara nonton bareng ini – dalam negosiasi dengan pihak manajemen bioskop, sehingga diijinkan untuk menghadirkan Tuhan dan Kanjeng Nabi Muhammad di dalam bioskop. Mungkin ini adalah wujud nyata bahwa jamaah maiyah mencintai Tuhan dan Tuhan mencintai jamaah maiyah.

Tidak hanya dalam wirid sholawat saja saya meneteskan air mata, pada saat pemutaran film TETA, air mata lebih sering menetes. Banyak adegan-adegan yang menggetarkan hati saya, melelehkan air mata saya yang sekian lama telah membeku, membuka pintu-pintu kelembutan hati saya yang sekian lama keras.

Sungguh film TETA ini adalah film keluarga yang sangat amat “INDAH”. Film yang sangat bermakna, yang mengajarkan arti keluarga yang sejati, mengajarkan kesungguhan hidup sebagai manusia, mengajarkan kejujuran, keikhlasan, kesederhanaan, kebaikan, dan tentunya keindahan dalam hidup.

Saya berkeyakinan, film keluarga TETA ini adalah film yang dibutuhkan manusia Indonesia bahkan dunia. Semestinya film keluarga ini ditayangkan di channel-channel televisi nasional dan dunia. Yang mana hampir seluruhnya manusia modern sedunia menomorkan satukan kemewahan daripada kesederhanaan, menomorsatukan kekuasaan daripada kekeluargaan, menomorsatukan hukuman daripada permaafan, menomorsatukan keinginan daripada kebutuhan.

Saya sangat bersyukur sekali bisa menikmati momen-momen seperti ini. Mungkin momen ini hanya terjadi sekali seumur hidup saya. Terima kasih Tuhan, terima kasih Kanjeng Nabi Muhammad, terima kasih Emak, terima kasih Abah, terima kasih dulur-dulur JMDK. Semoga kita semua tetap setia berkeluarga (al mutahabbina fillah), bermesraan, dan menjaga tali silahtuhrahmi di peradaban yang penuh kepalsuan, kedholiman, dan kesombongan ini.

Jemi Lio Dianta

JM Damar Kedhaton, tinggal di Driyorejo, Gresik