Samudera Maaf

Dok. TETAMOVIE

Banyak manusia membicarakan tentang kesabaran yang tiada batas, namun pada sebuah kenyataan, kebanyakan dari hal itu hanya terparkir pada bibir saja, bukan pada kesediaan seluruh anggota tubuh untuk bersama-sama berusaha semaksimal mungkin mengimplementasikanya. Hal ini membuat saya sendiri beranggapan, bahwa sabar itu mempunyai batas, letaknya yaitu pada diri mereka masing-masing, ada orang yang misuh saat kehilangan uang Rp.5.000, hingga ada yang senyum-senyum bak orang gila setelah tiga kali motornya dibawa orang dan tak dikembalikan.

 Batas sebuah kesabaran menggali sebuah kedalaman dan melebarkan Samudera  Maaf . Samudera maaf tercermin bukan hanya dari bagusnya kain yang membalut, kendaraan yang ditumpangi, rumah yang ditempati, jabatan yang dimiliki, dahi yang menghitam atau apapun yang sering muluk-muluk. Lebih jelasnya lagi ialah, pemberian maaf merupakan salah satu bentuk sikap kedewasaan, tanpa pandang bulu untuk menerima kesalahan orang lain yang pernah menggores luka di dada; pemberian kesempatan, kepercayaan, dan pengayoman bagi siapapun agar tidak mengulangi perbuatan yang salah.  Terngiang-ngiang dalam kepala saya–menancap dalam kesadaran–saat sedang memperhatikan dan melihat film Terimakasih Emak Terimakasih Abah. Saya kembali memperoleh sebuah pembelajaran yang sangat mendalam tentang arti sebuah samudera maaf.

 Terdapat secuil adegan film yang membuat mata saya memproduksi butiran-butiran air menetes membasahi pipi. Walau hanya sebuah adegan kecil, namun penjiwaan para pemain berhasil membawa saya seakan-akan masuk dalam adegan tersebut.

 Saat itu saya melihat sebuah keluguan yang jernih nan murni, yang tak terkontaminasi, tergambar oleh tindakan Budi dan Nur saat memberikan makanan kepada dua orang preman. Padahal, mereka sebelumnya tlah merampas uang hasil jualan gorengan Budi dan Nur.

 Tidak hanya itu, Emak (Bunda Novia) yang berbalut kesahajaan mencontohkan samudera maaf yang luar biasa. Setelah banyak peristiwa yang menimpa anak mereka, terlebih adalah keluarga mereka.

 Terima kasih Emak Terimakasih Abah

 Bukan hanya sebuah judul Film, namun saya benar-benar berterima kasih atas pembelajaran yang diberikan.

 

Tlogo Oblek, 16 Mei 2021

Fajar Sampoerno(Cak Pitro)

JM Damar Kedhaton tinggal di Menganti, Gresik