Prolog Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton Edisi #71-Desember 2022 “SAKRAL”

Secara etimologis, sakral diartikan sebagai sesuatu yang suci, atau dianggap suci, atau dianggap memiliki keramat. Oleh karena sesuatu itu dianggap suci, maka bagi yang meyakininya, terbit perasaan dan kesadaran untuk memuliakan dan menghormati keberadaanya. Berkebalikan dari sakral, sesuatu yang dianggap biasa-biasa saja, disebut profan. Kedua istilah itu, sakral dan profan, kerap digunakan sebagai piranti dalam proses pembedahan fenomena sosial dalam khazanah ilmu sosiologi.

Secara sederhana, antara yang sakral dan yang profan dapat dicontohkan pada pembandingan dua buah buku ; kitab suci dan buku akademis. Bagi kaum beragama tentu saja menganggap kitab suci sebagai sesuatu yang sakral, sedangkan buku akademis sebagai yang profan. Anggapan ini tidak berlaku bagi kaum tak beragama; keduanya sama-sama profan belaka.

Meskipun disusun dari bahan yang sama ; batu bata, semen, dan pasir yang sama, umat islam sudah barang tentu melahirkan penghayatan dan penghormatan yang berbeda antara masjid dan gardu poskamling. Ada nilai-nilai tertentu yang melekat pada masjid, yang tak dialami gardu poskamling, yang dengan itu derajat kemuliaan masjid jauh lebih tinggi di benak umat islam.

Bagaimana kalau kemudian nilai-nilai itu melekat tidak pada benda semata? Pada waktu misalnya? Lantas seperti apa gelagatnya ketika ia hadir menyifati ragam relasi antar manusia?

Dulur, memasuki momentum Milad Damar Kedhaton yang ke-6, kita ingin sowan pada momentum pertama kali ketika benih organisme maiyah ini mulai bergeliat enam tahun yang lampau. Tak hanya pada momentum, kita juga ingin menapaktilasi lokasi yang memperjumpakan sekira dua puluh lima orang kala itu; situs Giri Kedhaton.

Tak cukup di situ, kali ini kita tidak berniat merepoti siapapun, maka tiap jamaah yang akan hadir membawa bekal kopi dan atau snack secara mandiri. Membawa lebih dari kebutuhan sendiri demi sebagai ikhtiar menghormati dan membahagiakan sedulurnya, tentu saja bukan hal yang dilarang. Barangkali dengan itu, dapat membantu kita dalam mengidentifikasi hal-hal mana saja yang sakral, yang perlu untuk dirawat dan ditumbuh-lestarikan dalam rumah kebersamaan kita.

Dulur, mari melingkar kembali pada Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton edisi ke-71, sekaligus mensyukuri perjalanan kita yang telah tiba pada tahun ke-6 , pada :

 

Jumat, 09 Desember 2022

Pukul 20.23 WIB

Di Situs Giri Kedhaton

Ds. Sidomukti, Kec. Kebomas, Gresik