Simbah Nun dan Ayat Allah

Sumber : Kaligrafi 1691636701095021

Mengenal ayat-ayat Allah yang tidak difirmankan.

Melalui dhawuhMbah Nun yang pernah saya renungi tentang ayat-ayat Allah yang tak difirmankan ialah mengenal apapun ciptaan Allah yang seharusnya saya syukuri. Sesaat awal saya bingung tentang ayat yang tak difirmankan itu apa, bagaimana bentuknya, dimana saya menemukannya, seperti apa pelafalannya, dan lain sebagainya.

Bismillah; dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Alangkah baiknya dalam melafalkan ayat-ayat diawali dengan “bismillah”. Mulai saya ketahui bahwa, ayat yang tak difirmankan adalah apapun yang Allah ciptakan didunia ini. Mulai dari tanah, api, air, udara, batubara, emas, permata, akar,pohon, daun, bunga ,buah, manusia, hewan, akal, rasa, nafsu, dan lain sebagainya.

Bagaimana bentuk ayat yang tak difirmankan itu? Saya mulai merambah mencoba perbuatan yang baik. Misal dengan menjadi bermanfaat bagi sesama makhluk dengan metode rahmatan lil ‘alamin. Menghubungkan suatu ciptaan dengan menjadikan hal bermanfaat. Misalnya air. Bismillah saya pakai air itu untuk berwudhu, mandi, menyiram tanaman, memasak yang semua itu bertujuan untuk mensyukuri ciptaan Allah sehingga berguna sesuai kegunaannya.

Dimana saya menemukan ayat Allah yang tak difirmankan itu? Ayat Allah seliwar-seliwer dimana saja. Melihat sepeda motor berlalu lalang itu juga ayat, melihat pohon berbuah itu juga ayat, melihat kegaduhan, ribut,saling cekcok juga termasuk ayat.

Lalu, bagaimana pelafalanya? Yang dinamakan pelafalan kan umumnya bersifat rasa, misal ayat al quran surat al fatihah dilantunkan oleh qori internasional sungguh merdu saat didengar, sungguh trenyuh saat dirasa, sungguh bermakna saat dilakukan.

Begitu juga ayat Allah yang tak difirmankan. Sungguh menarik saat dikabarkan oleh Simbah Nun diforum-forum maiyahan. Sungguh berguna bagi anak cucu maiyah saat dijalankan, dan sungguh bermakna bagi kehidupan anak-anak maiyah.

Begitu juga Simbah Nun, begitu sayang kepada kita semua.

Allahu akbar

Allahu akbar

Allahu akbar.

Sugeng Milad Mbah Nun, di usia 70th semoga menjadi “pitu” yang sempurna ; pitutur, pituduh, pitulung. Sugeng seger kewarasan simbah, yuswa berkah berkah berkah.

 

“Tedjo” Andreanto

JM Damar Kedhaton tinggal di Driyorejo, Gresik