
Bicara tentang politik, memang tak lepas dari partai politik (parpol). Sebenarnya apa sih tujuan utama didirikannya parpol? Apa manfaatnya? Apa mudhoratnya?
Dahulu, tahun 2018 menjelang pilpres 2019, saya sempat terperosok ke dalam parit parpol yang penuh dengan ranjau. Hampir setiap hari mengikuti berita tentang parpol. Yang paling menyedihkan dan konyol adalah ketika saya berbeda pilihan parpol dengan teman SMP saya dulu, hampir tiap hari gojlok-gojlokan di media sosial. Saling serang dan ujar kebencian.
Hingga akhirnya nomer Whatsapp dan akun facebook saya diblokir oleh teman saya sampai saat ini. Yah itulah fenomena parpol. Yang di bawah saling bertengkar, yang di atas saling berkong-kalikong. Nyata, setelah gagal jadi capres 2019, akhirnya jadi mentrinya. Sedang yang di bawah sudah terlanjur bertengkar.
Tetapi, Puji Tuhan alhamdulillah, sekitar tahun 2018 akhir saya diberi hidayah oleh Tuhan melalui Mbah Nun. Kerap disampaikan Mbah Nun: bahwasanya yang memecah belah bangsa selama ini adalah para parpol itu sendiri, mereka berebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Tidak ada rakyat di hati mereka, yang ada hanyalah kepentingan mereka sendiri. Mereka yang membentur-benturkan rakyat dengan rakyat, mereka yang mengajari bertengkar sesama rakyat, mereka yang mengemis suara kepada rakyat, namun mereka juga yang akhirnya menindas rakyat.
Sekarang menjelang pilpres 2024, beruntung di wilayah tinggal saya tidak ada warga yang fanatik terhadap partai politik tertentu. Sehingga warga senantiasa terlihat guyub rukun. Tiap malam cangkrukan, tidak ada yang membahas parpol tertentu. Oh, begitu indahnya hidup tanpa fanatik dengan parpol-parpol tertentu.
Terima kasih Tuhan, terima kasih Kanjeng Nabi Muhammad, terima kasih Mbah Nun.
Jemi Lio Dianta
JM Damar Kedhaton tinggal di Driyorejo, Gresik.