Mensyukuri Nikmat Tujuh Tahun Perjalanan Damar Kedhaton Gresik

Tujuh tahun Lingkar Maiyah Damar Kedhaton Gresik berproses, bertumbuh, dan berkembang. Banyak bebatuan terjal, tikungan tajam, tanjakan, hingga turunan curam berhasil dilalui; terus berjalan. Meskipun tidak mudah, terseok-seok, bahkan tertatih-tatih pun, Alhamdulillah masih bisa diperjalankan. Mensyukuri takdir-takdir yang hadir, berhusnudzon dengan kekuatan La Gholiba Illa Billah; kalau bukan perkenan dariNya, bagaimana istiqomah bisa dilakukan?

Perjalanan tujuh tahun ini memberikan banyak pembelajaran, pengalaman, pengetahuan, pemahaman, dan pendewasaan; yang selalu menuntun, membawa, dan mengantarkan menuju ke ruang-ruang hampa. Mengajak bagaimana agar terus menikmati proses, setia berjuang, berkumpul dan bekerja sama untuk menggali ilmu, serta mentradisikan pelatihan dan pelaku hidup untuk mengurangi cacat diri.

Jika mengutip tulisan Simbah Nun berjudul, “Tonggak Maiyah dan Ketidakadilan Global”

“Selama memperjuangkan keberdayaan hidup dan kedaulatan bersama, para pelaku Maiyah memandang ke depan (waltandhur nafsun ma qaddamat li-ghad), berpikir dan membuka hati lebar-lebar memohon petunjuk Allah. Menabung kesadaran-kesadaran. Menggali di bumi dan memetik di langit apa-apa saja yang bisa dilakukan terhadap ketidakadilan menyeluruh itu,” -Emha Ainun Nadjib-

Bagaimana Damar Kedhaton Gresik, sebagai komunitas “pinggiran”, non profit, tak ada orientasi atau tujuan yang jelas, tak ada sponsor, tak pernah menyodorkan proposal ke sana ke sini, bahkan tak dianggap pun; tidak menjadi masalah besar.

Dulur-dulur Jamaah Maiyah Damar Kedhaton terus aktif bergeliat. Terus berjalan. Semampu-mampunya. Sekuat-kuatnya. Senantiasa belajar bagaimana untuk hidup saling mengisi, saling memberi, saling mendukung, saling menopang, saling mendoakan; dalam landasan paseduluran al-Mutahabbina Fillah.

Meskipun, saya secara pribadi “tidak menjadi bagian” dalam tulisan berjudul “Geliat Organisme Maiyah Gresik” https://damarkedhaton.com/2017/01/17/geliat-organisme-maiyah-gresik/. Melalui tulisan tersebut, saya merasa mewajibkan diri untuk bersyukur, dan tentunya berterima kasih kepada Cak Fauzi. Yang telah mengabadi-narasikan proses bagaimana awal mula bayi Damar Kedhaton dilahirkan.

Tentunya menjadi wacana bagi saya, pengetahuan bagi saya, pemahaman bagi saya; serta bagaimana mencoba nggrayangi untuk bisa mengalami dan merasakan momen-momen di dalam tulisan tersebut.

Terima kasih, Damar Kedhaton. Selamat bergembira dulur-dulur Jamaah Maiyah Damar Kedhaton Gresik; Mensyukuri Nikmat pada ulang tahun yang ke-7. Teruslah bersinar layaknya lampu damar. Terang yang tak seberapa, namun cahayanya dibutuhkan ketika gelap tiba!

Febrian Kisworo Aji

JM Damar Kedhaton tinggal di Cerme, Gresik