Pertanyaan Pagi hari

Sumber : https://images.app.goo.gl/anhpXacKv4Meaxjz9

Pagi ini udara kota Gresik terasa begitu fresh, mungkin karena semalaman tadi hujan mengguyur dengan derasnya. Pagi yang cerah ini kulewati dengan rutinitas hidup seperti biasanya; bangun tidur menikmati segelas kopi hitam dan sebatang rokok kretek sebelum pergi mandi dan berangkat nyambut gawe, mergawe, kerja.

Di jalanan kuperhatikan begitu banyak orang lalu-lalang dengan tujuan dan arah yang bervariasi, tanpa harus kutanyai ke mana mereka akan melaju, atau bertujuan ke mana. Namun dalam hati kecilku, bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang mereka cari, pergi ke mana mereka?”

Tiba-tiba sepintas di pikiran teringat dengan “Rampak Osing – Kyai Kanjeng” dengan lirik sebagai berikut;

Arep golek apa, arep golek apa, kok uber-uberan

Padha ngoyak apa, padha ngoyak apa, kok jegal-jegalan

Apakah hidup seperti ini; bangun tidur – cari uang – tidur lagi, dan kita tunggu sampai nanti dijemput sang malaikat maut? Apakah seperti kata orang-orang, “Dunia hanya mampir minum”?

Kalau hanya untuk minum, kenapa diperlukan waktu standar 63th, kan cukup lama? Harusnya hanya beberapa menit saja tanpa berlama-lama Tuhan memberi kita umur. Semakin banyak pertanyaan di benak, tanpa kusadari sampai di sebuah warung kopi di sekitar Pasar Gresik. Kupesan kopi hitam, menikmati rokok kretek sambil memikirkan jawaban dari semua pertanyaan.

Kita terkadang saling salip, saling uber-uberan antara pengendara satu dan lainnya, terkadang kita saling jegal-jegalan dengan sengaja ataupun tanpa sengaja menjegal lainnya. Sambil menikmati kopi hitam, kuteringat penggalan surat Al – An’am 162 : “Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin”

Pertanyaanku bergeser kepada hal yang lain, “Apa yang akan kita persembahkan untuk Tuhan Alam Semesta?”

Tulisan ini hanya sebuah pertanyaan yang mungkin tidaklah penting bagi Anda. Dengan tercatat di sini semoga nantinya penulis menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang menghampiri pikirannya.

Selamat menikmati kopi pagimu, dan selalu jaga hormon dopamin.

 

Warung Kedhaton, Gresik 15 Januari 2025

Fauzi “Madrim” Effendy

JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota