Mager vs Ya Fa’al

Sumber : https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fbpkpenabur.or.id

Dari seharian penulis hanya di rumah malasngapa-ngapain, padahal kemarin habis refreshing ke kota Jogja. Tiga hari dua malam mengunjungi tempat wisata. “Melepaskan sumpek,” kata salah satu peserta yang ikut ke Jogja. Hari Rabu ini ada tugas sinau tulis, kok malah seharian rebahan, tidak melakukan aktivitas apapun, bahkan buka WA aja muales pol. Mungkin ini yang dibilang milenial “mager”, singkatan dari males gerak.

Apa penulis kecapekan setelah acara rekreasi ke Jogja kemarin?

Apakah rekreasi kemarin tidak bahagia?

Okelah jika kecapekan, setidaknya tetap bisa berinteraksi dengan orang-orang meskipun tidak bersua secara langsung. Mungkin bisa berinteraksi melalui media sosial, minimal WA. Bukannya berdiam diri, rebahan dan sebentar-sebentar nggodain Kak Asa dan Adek Ainun, mereka ialah buah hati dari si penulis.

Jelas sangat bahagia saat rekreasi kemarin, apalagi ditemani anak dan istri tercinta. Mungkin saja penulis terlalu larut dalam kenyamanan sehingga lupa pada aktivitas lainnya. Ya rasa nyaman itu yang membuat penulis lupa. Rasa nyaman, menyenangkan, manis seperti permen yang pada akhirnya membuat tenggorokan gatal atau batuk. Menurut penulis, harusnya menghindari kenyamanan, merasakan pahit seperti jamu, walaupun pahit namun bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Mager adalah kenyamanan yang berlebihan. Hindari sesuatu yang berlebihan karena pasti kurang baik. Ayo lakukan tindakan sekecil apapun itu, jangan seperti penulis dengan kenyamanan yang berlebihan telah kehilangan beberapa jati dirinya, rasa nyaman namun begitu hampa.

Mohon maaf, semua tulisan ini adalah kebohongan, harap jangan dimasukkan hati, semua hanya guyonan semata, harap dimaklumi dengan hati yang lapang.

Malam ini tepat pukul 22.12 WIB penulis berhasil melawan kemalasan, mager-nya. Sambil menulis sedikit-sedikit mulutnya ngoceh “Ya Fa’al, Ya Fa’al, Ya Fa’al”, sebuah ijazah dari Guru. Ketika lagi malas melakukan tindakan maka wiridkan lafadz tersebut. Semoga bermanfaat.

Meskipun dalam keadaan mager, jangan lupa jaga hormon dopamin

 

Gresik, 29 Januari 2025

Fauzi “Madrim” Effendy

JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota