Gelisah Jadi Bahagia

Sumber : https://images.app.goo.gl/n6oFL3KHoqi6Ucg3A

Rabu malam sekitar jam 21.00, ada notifikasi WhatsApp dari seorang kawan, ngajak ngopi. Kusempatkan menemani ngopi meskipun kondisi agak malas keluar. Setelah beberapa menit kita ngobrol tentang beberapa hal, suasana berubah. Arena ngobrol di perkopian berubah menjadi main handphone, ada yang scroll tik-tok, ada yang main game online; mobile legend mungkin nama game-nya.

Penulis hanya tolah-toleh diam tanpa bahasa, tidak bisa mengikuti frekuensi di perkopian itu. Sambil merenung beberapa menit, berpikir apa yang bisa dilakukan saat ini, akhirnya ambil handphone juga, lalu menuliskan sesuatu. Entah berapa hari tidak upload tulisan, mungkin ini saatnya memulai menulis lagi.

Yang dirasakan penulis hari-hari ini malas keluar rumah, entah kenapa beberapa hari ini setiap malam malas keluar rumah. Mungkin karena ada kegiatan baru di rumah; setelah maghrib menemani anak mengaji.

Keren, tiap hari anaknya mengaji! Sebenarnya bukan hal yang baru. Penulis hanya mencoba menerapkan apa yang diperoleh di Damar Kedhaton. Pernah suatu fase ada kegiatan nderes bersama di tempat masing-masing tapi di koordinasikan di grup WhatsApp.

Beberapa hari yang lalu penulis sedang gelisah, melihat sang buah hati tiap harinya mainan handphone, bahkan sampai sering lupa waktu. Akhirnya penulis mendapatkan ide, sang buah hati diminta mengkhatamkan Al-Qur’an dengan iming-iming hadiah jika selesai sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Alhamdulillah ide itu disepakati buah hati. Dia selalu mencicil baca Al-Qur’an setiap selesai sholat fardhu. Bahkan setiap selesai sholat Isya’, durasi mengajinya lebih lama. Handphone-nya sekarang jarang terpakai, mungkin hanya sebentar saja pegang gawai. Sang ibu juga merasa bahagia melihat buah hati semakin mengakrabi Al-Qur’an, rasa gelisah kini berubah menjadi bahagia.

Lah mau bagaimana lagi, dia sudah mulai tumbuh dewasa, kalau sering diatur atau dimarahi mungkin membuatnya berontak atau menjadi tertekan secara mental. Barangkali dengan penulis membagi cerita ini dapat menjadi inspirasi bagi ayah-ayah yang lain.

Jangan lupa, selalu jaga hormon dopamin.

 

Warkop, Gresik 19 Februari 2025

Fauzi “Madrim” Effendy

JM Damar Kedhaton, tinggal di Gresik Kota